Sunday, June 20, 2010
Tuesday, December 8, 2009
Belajar Membaca Tanpa Drill
Ada rasa bahagia melihat anak-anak didikan PlayGroup / PAUD Embun Pagi. Rancangan belajar yang kami terapkan ternyata memiliki pengaruh yang sangat positif. Keberanian, inisiatif dan kebebasan ekspresi mulai kelihatan hasilnya.
Dalam tulisan ini yang kami bahas salah satu sisi yang membuat kami bangga, yaitu masalah membaca.
Di TK yang kami survey, anak-anak diberikan porsi latihan membaca yang berlebihan, dengan metode drill yang melelahkan pula. Metode drill yang kami maksud adalah membaca buku latihan satu halaman satu halaman, seperti saat belajar iqro'. Tentu dengan intinsitas yang harus sesering mungkin.
Berbeda dengan kami di PlayGroup Embun Pagi. Kami memang mengajarkan membaca tapi tidak dengan langsung. Tidak kami fokuskan. Kami awalnya memperkenalkan huruf dengan permainan yang menggembirakan. Kemudian kami juga mengenalkan kosa kata yang familiar dengan anak. Tentu dalam kondisi yang menyenangkan pula. Pola in kami lakukan terus menerus dengan berbagai permainan yang menyenangkan. Itu kami berikan dengan metode yang berbeda. Ada dengan menyanyi, menggambar, tebak-tebakan, dan permainan lainnya.
Namun ternyata, keserhanaan pola yang kami lakukan ternyata memberikan dampak yang luar biasa. Anak-anak kami memiliki tingkat pemahaman yang cepat dalam membaca. Anak-anak lulusan kami yang melanjutkan ke TK memiliki kecepatan di atas rata-rata dalam pembelajaran membaca.
Dan yang paling menggembirakan kami, termasuk terjadi pada buah hati kami adalah anak-anak tiba-tiba bisa membaca sendiri. Anak saya pertama kali bisa membaca sendiri adalah saat membaca merek tempat tidur kami. Tentu kami terkejut dan surprise. Ternyata apa yang kami berikan memberikan dampak yang di luar dugaan kami.
Kini anak-anak kami memiliki kegemaran yang membaca melebihi lulusan lembaga yang lain.
Mudah-mudahan perjuangan kami terus menerus menemukan yang terbaik. karena kami ignin memberikan kesungguhan dalam "Menjadikan Dunia Anka Lebih Bermakna".
Sunday, June 7, 2009
Family Gathering PAUD Embun Pagi
Kegiatan PAUD EP akhir tahun, menjadi petani cilik serta family gathering di Little Farmer. Wah seru, anak-anak belajar mencangkul, menabur benih, menanam, memanen, memberikan makan binatang. Acara ini ditutup pembagian laporan perkembangan selama 1 tahun untuk angkatan ke-3. Selamat ya, selamat belajar di tempat lain. Mudah-mudahan waktu bersama di Embun Pagi lebih bermakna buat ananda sekalin.
Friday, February 6, 2009
Sekolah SuperCerdas
SEKOLAH SUPERCERDAS
Sebuah Model Sekolah Inovatif Untuk Menjadikan Setiap Anak Cerdas
Secara umum bentuk atau model sekolah bisa digolongkan menjadi 3 model, yaitu
MODEL SEKOLAH UMUM DAN NEGERI
Sekolah memiliki rancangan pembelajaran sampai pada hal-hal kecil untuk dilaksanakan dalam rangka mencapai target kurikulum. Rencangan pembelajaran, kegiatan sampai setting kelas pun diarahkan untuk mencapai kurikulum. Semuanya telah ada dalam setting awal sebuah sekolah. Biasanya saat awal atau akan memasuki tahun ajaran baru, sekolah dan guru bekerja marathon membuat rancangan detil untuk dilaksanakan satu tahun. Untuk model ini pembelajaran hanya untuk mencapai kurikulum. Kebanyakan model 1 dianut oleh sekolah-sekolah umum dan negeri. Sekolah yang model pembelajarannya seragam, menggunakan cara lama (model ceramah mencapai 90%)
MODEL SEKOLAH KEAGAMAAN
Kurikulum dijadikan sebagai target pencapaian proses belajar mengajar. Namun demikian, sekolah dan guru memiliki otonomi untuk melakukan variasi pembelajaran dengan metode yang sangat beragam. Biasanya mereka juga memiliki kurikulum lokal yang harus dicapai. Model 2 ini biasanya dianut oleh sekolah-sekolah swasta yang memiliki ciri khas misalnya keagamaan.
MODEL SEKOLAH ALTERNATIF
Sekolah percaya bahwa mereka memiliki asumsi-asumsi untuk memberikan semua perlakuan yang sesuai dengan asumsi-asumsi itu. Sekolah dan guru memiliki keluluasaan yang besar dan mendisain kegaitan belajar mengajar. Asumsi besar yang dipakai adalah asumsi dasar tentang pendidikan anak. Kurikulum dijadikan sebagai target minimal yang harus dicapai. Sekolah dan guru memiliki tonomi luas untuk menentukan target pencapaian dengan memperhatikan kurikulum dan asumsi-asumsi dasar yang menjadi landasan pemikiran sekolah.
MODEL SUPERCERDAS, sebuah model INOVATIF
Model SUPERCERDAS merupakan Model inovatif yang lahir dan terbentuk setelah mengalami ebrbagai perbenturan dan pengalaman berbagai model-model di atas. Model Sekolah SuperCerdas memiliki sebuah asumsi dasar yang melandasi segala kegiatan dan segala bentuk pencapaian. Asumsi itu adalah
SETIAP ANAK CERDAS
SETIAP ANAK MEMILIKI KAPASITAS OTAK TAK TAK TERBATAS.
Asumsi Dasar membentuk pola pikir sekolah dan guru. Sekolah dan guru memahami secara 100 persen bahwa SETIAP ANAK CERDAS, SETIAP ANAK MEMILIKI KAPASITAS OTAK TAK TAK TERBATAS.
Ada beberapa prinsip penting dama model Sekolah SuperCerdas, yaitu
- Quantum Teaching
Sebuah model pengajaran yang sangat dinamis dan membelajarkan. Semua hal yang dilakukan sekolah adalah guru bagi murid-muridnya.
- Quantuk Learning
Model pembalajaran terbaik dan inovatif yang menyenangkan dan menggembirakan.
- Pendidikan Holistik
Belajar dengan holistik (sekeluruhan) untuk menjadikan pembelajaran bermakna dan dapat langsung dipraktekkan. Sekolah adalah miniatur masyarakat.
- Belajar berdasarkan kerja Otak
Belajar dengan strategu SuperCerdas yang menggunakan otak kanan dan otak kiri secara bersama-sama.
Tuesday, January 20, 2009
Otak Kanan Otak Kretafitas Otak Orang Sukses
Otak kanan adalah otak orang sukses. Otak yang berisi imajinasi, kretaifitas, warna maupun irama. Otak kanan adalah kunci kesuksesan. Siapa saja, profesi apa saja insya Allah akan sukses jika ia menggunakan otak kanannya.
Namun, ternyata 90% pelajaran di SD (juga TK?) menggunakan basis otak kiri. Menghafal, analisis, logika dan bahasa mendominasi pelajaran. Pun metode ceramah, dikte mendominasi pelajaran. Kondisi ini membuat otak kanan anak Anda tidak optimal. Tidak percaya?
Cobalah buktikan! Apa yang dilakukan anak saat guru menerangkan pelajaran? Ada yang mengantuk, ada yang mencoret-coret buku, ada yang memainkan polpen dan sebagainya. Itu adalah bukti otak kanan mereka tidak dibuat bekerja alias diam. Akibatnya anak BOSAN dengan pelajaran di kelas.
PAUD sebagai basis dasar pendidikan seharusnya berperan besar pada bagian penting ini. Pengajaran berbasis otak kanan seharusnya mendominasi berbagai kegiatan di PAUD. Ini adalah harapan terakhir kita, karena sekolah TK di kita sudah meniru gaya belajar SD yang mempergunakan otak kiri dan mengesampingkan otak kanan. Bahkan ada yang memberi PR materi pelaran SD!!
Dalam menggunakan otak kanan, pembelajaran lebih menarik, lebih fun menyenangkan. Anak-anak pun terlibat penuh dengan penuh kegembiraan.
PAUD Embun Pagi sadar hal itu, sehingga sekuat tenaga untuk tetap berpegang pada prinsip otak kanan. Apapun kegiatan atau tema yang dilakukan otak kanan adalah basisnya. Selamat berjuang!!
Wednesday, December 17, 2008
5 Langkah Prinsip Mendirikan Lembaga PAUD atau PLAYGROUP
5 Langkah Prinsip Mendirikan Lembaga PAUD atau PLAYGROUP
Berikut penjelasan dan uraia 5 langka itu ….
Langkah 1
Ini adalah langkah awal dan langkah terpenting. Karena langkah ini merupakan dasar dan akan memberikan pengaruh terhadap keempat langkah selanjutnya. Jika tidak punya langkah ini, kami memberikan masukan agar terlebih dahulu mencari dan menetapkan langkah ini terlebih dahulu. Langkah ini adlah sebagai pondasi bangunan lembaga. Jika salah maka bangunan yang berdiri juga tidak akan sekuat kelihatannya.
Langkah ini adalah memiliki PARADIGMA tentang ANAK yang BENAR. Paradigma adalah cara pandang dan cara berfikir. Paradigma Anak berarti cara pandang atau cara berfikir kita tentang anak. Mengetahui hakikat ini merupakan salah satu kunci sukses sebuah lembaga. Kami tidak mengatakan sukses dalam pandangan keumuman (banyak murid, banyak peminat) tapi sukses dalam menghantarkan anak sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan psikologi anak.
Mengapa harus dimulai dengan paradigma?
Karena jika kita memiliki sebuah paradigma tentang anak. Maka paradigma ini akan menjadi titik awal pemikiran langkah-langkah selanjutnya. Paradigma ini akan melahirkan berbagai tindakan yang mendukung paradigma tersebut.
Sebagai contonya, di PAUD Embun Pagi, kami memiliki 2 paradigma yang kami yakini, yaitu Anak adalah Raja dan Setiap Anak Itu Unik. Jika ingin membaca lebih lanjut bisa klik sini.
Langkah 2
Menentukan goal atau tujuan lembaga terhadap anak dan semua pihak yang terkait di dalamnya. Tujuan tidak hanya kepada anak tapi kepada semua orang yang terlibat di dalamnya. Namun demikian, anak harus menjadi titik focus. Semuanya harus berpusat pada anak. Goal atau tujuan harus ditetapkan terlebih dahulu sehingga semua kegiatan dilaksanakan untuk mencapai tujuan ini.
Langkah 3
Menyiapkan sarana yang dapat menstimulus anak. Bagi sebuah lembaga pengasuhan, sarana merupakan salah satu factor penting. Ia adalah nyawa dari perkembangan anak.
- Area Permainan
Sebuah sudat ruangan yang berisi mainan dari berbagai keterampilan bagi anak. Pemainan matematika, motorik halus, motorik kasar, konsentrai maupun permainan lainnya
- Area Pasir dan air
Area ini sangat dibutuhkan untuk perkembangan motorik halus dan motorik kasar
- Area Cerita
Sebuah arena yang dipakai untuk mendengarkan cerita, berdiskusi, bercengkerama dan mengobrol.
- Area Seni
Di area ini tersedia panggung ekspresi, berbagai boneka dan penunjang lainnya
- Area Musik
Ini adalah area musik yang biasanya dijadikan area favourit. Berisi piano, drum kecil, suling, gitar dan sebagainya
- Area Outdoor
Biasaya area ini dalah salah satu daya tarik utama sebuah lembaga pengasuhan. Maka area ini merupakan area wajib yang harus disediakan.
Langkah 4
Menentukan program belajar. Tujuan sudah ada sarana sudah ada maka langkah ketiga adalah menentukan strategi belajar untuk mencapai tujuan di atas. Belajar bagi anak usia dini SANGAT BERBEDA dengan belajarnya seorang siswa TK, apalagi SD.
- Belajar dengan bermain
- Belajar sambil bermain
- Belajar dengan gembira
Tiga prinsip di atas harus menjadi auan utama dalam menentukan strategi belajar. Karena jika salah satu dilanggar maka anak tidak akan berkembang sesuaid dengan fase perkembangnnya.
Langkah 5
Membangun kerja sama lembaga (sekolah) dengan orangtua dan masyarakat sekitar. Dengan orangtua bias dilakukan pertemuan rutin untuk membangun kebersamaan. Karena dilatarbelakangi perbedaaan kebiasaan setuap rumah dan pada setiap perlakuan, maka forum ini sangat diperlukan agar strategi belajar bias dilaksanakan bersama di sekolah maupun di rumah.
Baca Selengkapnya ......Monday, December 15, 2008
PRINSIP KEDUA PAUD EMPUN PAGI
Prinsip Kedua : SETIAP ANAK UNIK
Setiap anak memiliki keunikan terendiri. Ia berbeda, tidak ada seorang pun yang menyamai, pun ayah ibunya. Keunikan ini akan menjadikan dirinya berbeda dengan yang lain. Akan menjadikan dia MENJADI DIRI SENDIRI.
Kebanyakan orangtua, mereka menginginkan anaknya tumbuh seperti mereka. Sukses seperti mereka. Karenanya, orangtua sejak dini memasukkan anaknya ikut berbagai kursus. Segala dunianya diatur oleh orangtua [padahal orangtua tak punya hak].
Anak memiliki keinginan tersendiri karena ia memiliki dunianya yang berbeda dengan orangtuanya. Anak memiliki kemauan tersendiri karena ia memiliki tugas tersendiri.
Di Paud Embun Pagi, pengasuh hanya memberikan stimulus dan merangsang anak agar potensi dan bakat mereka terlihat. Setelah terlihat dari beberapa kegiatan, anak akan diberikan stimulus penguat agar bakat dan potensi mereka melejit. Begitu seterusnya prosesnya. Pengasuh "berdiri" di belakang mendukung dan mensupport anak didik.
Pengasuh (demikian juga orangtua) DILARANG mendikte, mentotaliter kemauan anak, apalgi pemikiran anak. Pengasuh hanya berperan menyedia apa yang disukai anak, apa yang bisa melejitkan perkembangannya.
Bersambung ...