Sunday, June 7, 2009

Family Gathering PAUD Embun Pagi




Kegiatan PAUD EP akhir tahun, menjadi petani cilik serta family gathering di Little Farmer. Wah seru, anak-anak belajar mencangkul, menabur benih, menanam, memanen, memberikan makan binatang. Acara ini ditutup pembagian laporan perkembangan selama 1 tahun untuk angkatan ke-3. Selamat ya, selamat belajar di tempat lain. Mudah-mudahan waktu bersama di Embun Pagi lebih bermakna buat ananda sekalin.

Baca Selengkapnya ......

Friday, February 6, 2009

Sekolah SuperCerdas

SEKOLAH SUPERCERDAS

Sebuah Model Sekolah Inovatif Untuk Menjadikan Setiap Anak Cerdas

Secara umum bentuk atau model sekolah bisa digolongkan menjadi 3 model, yaitu

MODEL SEKOLAH UMUM DAN NEGERI

Sekolah memiliki rancangan pembelajaran sampai pada hal-hal kecil untuk dilaksanakan dalam rangka mencapai target kurikulum. Rencangan pembelajaran, kegiatan sampai setting kelas pun diarahkan untuk mencapai kurikulum. Semuanya telah ada dalam setting awal sebuah sekolah. Biasanya saat awal atau akan memasuki tahun ajaran baru, sekolah dan guru bekerja marathon membuat rancangan detil untuk dilaksanakan satu tahun. Untuk model ini pembelajaran hanya untuk mencapai kurikulum. Kebanyakan model 1 dianut oleh sekolah-sekolah umum dan negeri. Sekolah yang model pembelajarannya seragam, menggunakan cara lama (model ceramah mencapai 90%)

MODEL SEKOLAH KEAGAMAAN

Kurikulum dijadikan sebagai target pencapaian proses belajar mengajar. Namun demikian, sekolah dan guru memiliki otonomi untuk melakukan variasi pembelajaran dengan metode yang sangat beragam. Biasanya mereka juga memiliki kurikulum lokal yang harus dicapai. Model 2 ini biasanya dianut oleh sekolah-sekolah swasta yang memiliki ciri khas misalnya keagamaan.

MODEL SEKOLAH ALTERNATIF

Sekolah percaya bahwa mereka memiliki asumsi-asumsi untuk memberikan semua perlakuan yang sesuai dengan asumsi-asumsi itu. Sekolah dan guru memiliki keluluasaan yang besar dan mendisain kegaitan belajar mengajar. Asumsi besar yang dipakai adalah asumsi dasar tentang pendidikan anak. Kurikulum dijadikan sebagai target minimal yang harus dicapai. Sekolah dan guru memiliki tonomi luas untuk menentukan target pencapaian dengan memperhatikan kurikulum dan asumsi-asumsi dasar yang menjadi landasan pemikiran sekolah.

MODEL SUPERCERDAS, sebuah model INOVATIF

Model SUPERCERDAS merupakan Model inovatif yang lahir dan terbentuk setelah mengalami ebrbagai perbenturan dan pengalaman berbagai model-model di atas. Model Sekolah SuperCerdas memiliki sebuah asumsi dasar yang melandasi segala kegiatan dan segala bentuk pencapaian. Asumsi itu adalah

SETIAP ANAK CERDAS

SETIAP ANAK MEMILIKI KAPASITAS OTAK TAK TAK TERBATAS.

Asumsi Dasar membentuk pola pikir sekolah dan guru. Sekolah dan guru memahami secara 100 persen bahwa SETIAP ANAK CERDAS, SETIAP ANAK MEMILIKI KAPASITAS OTAK TAK TAK TERBATAS.

Ada beberapa prinsip penting dama model Sekolah SuperCerdas, yaitu

  1. Quantum Teaching

Sebuah model pengajaran yang sangat dinamis dan membelajarkan. Semua hal yang dilakukan sekolah adalah guru bagi murid-muridnya.

  1. Quantuk Learning

Model pembalajaran terbaik dan inovatif yang menyenangkan dan menggembirakan.

  1. Pendidikan Holistik

Belajar dengan holistik (sekeluruhan) untuk menjadikan pembelajaran bermakna dan dapat langsung dipraktekkan. Sekolah adalah miniatur masyarakat.

  1. Belajar berdasarkan kerja Otak

Belajar dengan strategu SuperCerdas yang menggunakan otak kanan dan otak kiri secara bersama-sama.


Baca Selengkapnya ......

Tuesday, January 20, 2009

Otak Kanan Otak Kretafitas Otak Orang Sukses

Otak kanan adalah otak orang sukses. Otak yang berisi imajinasi, kretaifitas, warna maupun irama. Otak kanan adalah kunci kesuksesan. Siapa saja, profesi apa saja insya Allah akan sukses jika ia menggunakan otak kanannya.
Namun, ternyata 90% pelajaran di SD (juga TK?) menggunakan basis otak kiri. Menghafal, analisis, logika dan bahasa mendominasi pelajaran. Pun metode ceramah, dikte mendominasi pelajaran. Kondisi ini membuat otak kanan anak Anda tidak optimal. Tidak percaya?
Cobalah buktikan! Apa yang dilakukan anak saat guru menerangkan pelajaran? Ada yang mengantuk, ada yang mencoret-coret buku, ada yang memainkan polpen dan sebagainya. Itu adalah bukti otak kanan mereka tidak dibuat bekerja alias diam. Akibatnya anak BOSAN dengan pelajaran di kelas.
PAUD sebagai basis dasar pendidikan seharusnya berperan besar pada bagian penting ini. Pengajaran berbasis otak kanan seharusnya mendominasi berbagai kegiatan di PAUD. Ini adalah harapan terakhir kita, karena sekolah TK di kita sudah meniru gaya belajar SD yang mempergunakan otak kiri dan mengesampingkan otak kanan. Bahkan ada yang memberi PR materi pelaran SD!!
Dalam menggunakan otak kanan, pembelajaran lebih menarik, lebih fun menyenangkan. Anak-anak pun terlibat penuh dengan penuh kegembiraan.
PAUD Embun Pagi sadar hal itu, sehingga sekuat tenaga untuk tetap berpegang pada prinsip otak kanan. Apapun kegiatan atau tema yang dilakukan otak kanan adalah basisnya. Selamat berjuang!!

Baca Selengkapnya ......

Wednesday, December 17, 2008

5 Langkah Prinsip Mendirikan Lembaga PAUD atau PLAYGROUP

5 Langkah Prinsip Mendirikan Lembaga PAUD atau PLAYGROUP

Ada 5 langkah penting untuk mendirikan sebuah lembaga pengasuhan. Semisal PAUD atau Playgroup. Kelima langkah penting ini tentunya setelah syarat utama, berupa tempat sudah tersedia. Kelimanya merupakan pengalaman perjalanan PAUD Embun Pagi yang baru memasuki usianya yang ke-3. Mudah-mudahan sharing ini bisa bermanfaat untuk sahabat semua. Khususnya beberapa teman yang bertanya langsung kepada PAUD Embun Pagi. Dan dari tulisan ini semoga silaturahim terus terjalin. Jika ada beberapa pertanyaan atau ingin diskusi lebih lanjut PAUD Embu Pagi dengan senang hati akan menerimanya.

Berikut penjelasan dan uraia 5 langka itu ….

Langkah 1

Ini adalah langkah awal dan langkah terpenting. Karena langkah ini merupakan dasar dan akan memberikan pengaruh terhadap keempat langkah selanjutnya. Jika tidak punya langkah ini, kami memberikan masukan agar terlebih dahulu mencari dan menetapkan langkah ini terlebih dahulu. Langkah ini adlah sebagai pondasi bangunan lembaga. Jika salah maka bangunan yang berdiri juga tidak akan sekuat kelihatannya.

Langkah ini adalah memiliki PARADIGMA tentang ANAK yang BENAR. Paradigma adalah cara pandang dan cara berfikir. Paradigma Anak berarti cara pandang atau cara berfikir kita tentang anak. Mengetahui hakikat ini merupakan salah satu kunci sukses sebuah lembaga. Kami tidak mengatakan sukses dalam pandangan keumuman (banyak murid, banyak peminat) tapi sukses dalam menghantarkan anak sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan psikologi anak.

Mengapa harus dimulai dengan paradigma?

Karena jika kita memiliki sebuah paradigma tentang anak. Maka paradigma ini akan menjadi titik awal pemikiran langkah-langkah selanjutnya. Paradigma ini akan melahirkan berbagai tindakan yang mendukung paradigma tersebut.

Sebagai contonya, di PAUD Embun Pagi, kami memiliki 2 paradigma yang kami yakini, yaitu Anak adalah Raja dan Setiap Anak Itu Unik. Jika ingin membaca lebih lanjut bisa klik sini.

Langkah 2

Menentukan goal atau tujuan lembaga terhadap anak dan semua pihak yang terkait di dalamnya. Tujuan tidak hanya kepada anak tapi kepada semua orang yang terlibat di dalamnya. Namun demikian, anak harus menjadi titik focus. Semuanya harus berpusat pada anak. Goal atau tujuan harus ditetapkan terlebih dahulu sehingga semua kegiatan dilaksanakan untuk mencapai tujuan ini.

Langkah 3

Menyiapkan sarana yang dapat menstimulus anak. Bagi sebuah lembaga pengasuhan, sarana merupakan salah satu factor penting. Ia adalah nyawa dari perkembangan anak. Ada enam sarana yang seharus dimiliki sebuah lembaga pengasuhan :

  1. Area Permainan

Sebuah sudat ruangan yang berisi mainan dari berbagai keterampilan bagi anak. Pemainan matematika, motorik halus, motorik kasar, konsentrai maupun permainan lainnya

  1. Area Pasir dan air

Area ini sangat dibutuhkan untuk perkembangan motorik halus dan motorik kasar

  1. Area Cerita

Sebuah arena yang dipakai untuk mendengarkan cerita, berdiskusi, bercengkerama dan mengobrol.

  1. Area Seni

Di area ini tersedia panggung ekspresi, berbagai boneka dan penunjang lainnya

  1. Area Musik

Ini adalah area musik yang biasanya dijadikan area favourit. Berisi piano, drum kecil, suling, gitar dan sebagainya

  1. Area Outdoor

Biasaya area ini dalah salah satu daya tarik utama sebuah lembaga pengasuhan. Maka area ini merupakan area wajib yang harus disediakan.

Langkah 4

Menentukan program belajar. Tujuan sudah ada sarana sudah ada maka langkah ketiga adalah menentukan strategi belajar untuk mencapai tujuan di atas. Belajar bagi anak usia dini SANGAT BERBEDA dengan belajarnya seorang siswa TK, apalagi SD. Ada beberap prinsip strategi belajar bagi anak usia dini :

  1. Belajar dengan bermain
  2. Belajar sambil bermain
  3. Belajar dengan gembira

Tiga prinsip di atas harus menjadi auan utama dalam menentukan strategi belajar. Karena jika salah satu dilanggar maka anak tidak akan berkembang sesuaid dengan fase perkembangnnya.

Langkah 5

Membangun kerja sama lembaga (sekolah) dengan orangtua dan masyarakat sekitar. Dengan orangtua bias dilakukan pertemuan rutin untuk membangun kebersamaan. Karena dilatarbelakangi perbedaaan kebiasaan setuap rumah dan pada setiap perlakuan, maka forum ini sangat diperlukan agar strategi belajar bias dilaksanakan bersama di sekolah maupun di rumah.

Baca Selengkapnya ......

Monday, December 15, 2008

PRINSIP KEDUA PAUD EMPUN PAGI

Prinsip Kedua : SETIAP ANAK UNIK
Setiap anak memiliki keunikan terendiri. Ia berbeda, tidak ada seorang pun yang menyamai, pun ayah ibunya. Keunikan ini akan menjadikan dirinya berbeda dengan yang lain. Akan menjadikan dia MENJADI DIRI SENDIRI.
Kebanyakan orangtua, mereka menginginkan anaknya tumbuh seperti mereka. Sukses seperti mereka. Karenanya, orangtua sejak dini memasukkan anaknya ikut berbagai kursus. Segala dunianya diatur oleh orangtua [padahal orangtua tak punya hak].
Anak memiliki keinginan tersendiri karena ia memiliki dunianya yang berbeda dengan orangtuanya. Anak memiliki kemauan tersendiri karena ia memiliki tugas tersendiri.
Di Paud Embun Pagi, pengasuh hanya memberikan stimulus dan merangsang anak agar potensi dan bakat mereka terlihat. Setelah terlihat dari beberapa kegiatan, anak akan diberikan stimulus penguat agar bakat dan potensi mereka melejit. Begitu seterusnya prosesnya. Pengasuh "berdiri" di belakang mendukung dan mensupport anak didik.
Pengasuh (demikian juga orangtua) DILARANG mendikte, mentotaliter kemauan anak, apalgi pemikiran anak. Pengasuh hanya berperan menyedia apa yang disukai anak, apa yang bisa melejitkan perkembangannya.
Bersambung ...

Baca Selengkapnya ......

Sunday, December 14, 2008

Visi Misi Paud Embun Pagi

Visi dan Misi

“Menjadikan Dunia Anak Lebih Bermakna”

Setiap waktu yang dilalui anak adalah waktu emas yang sangat bermakna. Namun demikian karena kurangnya pengetahuan orangtua dan pengasuh ( pembimbing ), waktu yang seharusnya digunakan untuk mengembangkan potensi terpendam malah menjadi petaka yang akan merusak perkembangan Anak. Waktu yang seharusnya menjadikan anak tumbuh dan berkembang menjadi diri mereka sendiri, malah digunakan untuk memuaskan orangtua. Untuk itu PUAD-EP hadir untuk bekerja sama dengan orangtua untuk mengembalikan waktu anak sehingga waktu anak adalah waktu terbaik, waktu paling bermakna untuk proses perkembangannya.

Misi PAUD Embun Pagi

Dalam mewujudkan Visi di atas PAUD-EP akan melaksanakan beberapa rencana :

  1. Melaksanakan pembelajaran yang berpusat pada anak
  2. Memberikan kegiatan pembelajaran yang membebaskan proses berkembangnya potensi anak
  3. Melakukan pembimbingan dan pengasuhan yang terbaik agar anak mendapat pembelajaran yang terabaik
  4. Melaksanakan kerja sama dengan pihak lain seperti orangtua, lembaga pengasuhan lain agar dunia anak dapat dimiliki anak sepenuhnya
  5. melakukan kampanye kepada masyarakat agar anak usia dini memperoleh pembelajaran dan pengasuhan yang terbaik

Baca Selengkapnya ......

Friday, December 12, 2008

Prinsip Dasar PAUD Embun Pagi

Mengasuh anak usia balita tidak sama dengan mengasuh anak usia anak sekolah. Harus ada prinsip-prinsip dasar yang harus kita patuhi agar anak bisa berkembang sesuai usianya.
Inilah 3 Prinsip Dasar Pengasuhan di PAUD Embun Pagi Cimahi :

Prinsip Pertama
: ANAK ADALAH RAJA. Demikian sebuah ungkapan terkenal dari seorang sahabat Nabi saw, yaitu Ali kw. Apa artinya ANAK ADALAH RAJA?
Anak usia 0-3 adalah anak yang berada pada tahap PERKEMBANGAN TERCEPAT. Selama masa 3 tahun ini pertumbuhan otak anak menjadi 80%. Sebuah pertumbuhan yang hebat. Namun demikian, pertumbuhan otak yang cepat ini belum dibarengi dengan kemampuan-kemampuan lainnya yang menunjang. Oleh karenanya RASA INGIN TAHU anak sangat luar biasa sehingga banyak merepotkan dan banyak membuat kewalahan pengasuhnya. Demikian juga RASA INGIN MENCOBA juga luar biasa hebat. Dua rasa ini adalah pintu utama anak menyerap berbagai ilmu pengetahuan dan keterampilan hidupnya. Jika dihalangi maka anak akan memiliki perilaku yang keliru. Anak akan berontak dan bahkan anak akan melemah kemampuannya.
Jadi orangtua seharusnya memposisikan sebagai PELAYAN.
Anda tahu bagaimana seorang pelayan? Apa tugasnya?
Anak adalah RAJA maka orangtua dan pengasuh adalah PELAYAN-nya. Seorang pelayan adalah melayani, memenuhi dan menjaga rajanya. Selain itu tugasnya adalah memberikan nasehat dan nasehat. Seorang pelayan yang tidak baik adalah pelayan yang mengatur, mendominasi, memberi hukuman, membentak, memarahi dan melarang yang diperbolehkan.
Jika orangtua dan pengasuh menjadi pelayan yang baik maka raja akan tumbuh MENJADI DIRI MEREKA bukan menjadi keinginan pelayan.
Sehingga PAUD Embun Pagi merasa bahwa anak memiliki keinginan, keunikan sendiri-sendiri. Tugas lembaga adalah memberikan fasilitas dan mendorong agar potensi mereka meluar dan berkembang pesat.
Maka kondisi bebas merdeka bagi mereka adalah bebas berekspresi, berkreatifitas. Lembaga hanya memonitoring dan memberikan pelayanan yang terbaik.
Bersambung ....

Baca Selengkapnya ......